Sosiologi (Masyarakat Multikultural dan Masalah Silang Budaya)


1.       Hakekat Kelompok Sosialnya
a.      Suku Bangsa Mentawai

Orang Mentawai bertempat tinggal di Kepulauan Mentawai, yaitu pulau-pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Umumnya mereka masih tinggal di daerah-daerah hutan topik. Desa-desa yang ada biasanya terletak di muara sungai, jaraknya lima kilometer dari pantai. Mata pencaharian suku Mentawai adalah berkebun dengan cara membuka sebidang tanah di hutan dengan cara memotong belukar dan menebang pohon-pohon yang kecil. Selain berkebun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, orang Mentawai juga menangkap ikan dan berburu di hutan. Agama yang dianut suku bangsa Mentawai adalah kristen, katolik, dan Islam, walaupun nilai-nilai tradisi masih melekat dengan kuat.

b.      Suku Bangsa Nias

Pulau Nias merupakan pulau terbesar di sebelah Barat Sumatra. Orang Nias mendiami kabupaten Nias yang terdiri atas satu pulau besar utama dan beberapa pulau kecil, seperti pulau Hikano di Karat, Senau dan Lafau di utara, dan pulau batu di selatan. Bahasa yang berkembang pada suku Nias mempunyai dua logat, yaitu logat Nias Utara dan Nias Selatan atau Tello. Logat yang pertama digunakan di Nias bagian Utara, timur dan barat. Logat yag kedua digunakan di Nias bagian tengah, selatan dan kepulauan Batu. Umumnya mata pencaharian orang Nias adalah bercocok tanamdan berladang. Mata pencaharian tambahan adalah berburu, menangkap ikan, berternak, dan pertukangan. Sistem religi yang berkembang pada orang Nias sudah sangat beragam, yaitu Kristen Protestan, Islam, Katolik, Pelega, dan Buddha.

c.       Suku Bangsa Minangkabau

Mayoritas suku Minang bertempat tinggal di Sumatra Barat. Suku Minang hidup dengan budaya matriarkal. Budaya matriarkal menetapkan garis keturunan mereka ditentukan oleh garis keturunan ibu, yang dikenal dengan budaya Bundo Kanduang. Namun demikian, budaya matriarkal tidak menyentuh pada lembaga pemerintahan karena di dalam memerintah laki-laki masih mendominasi kekuasaan dibandingkan kaum perempuan. Hal ini dikarenakan pengaruh agama Islam yang kuat dikalangan suku Minang. Umumnya orang Minang menggunakan bahasa mereka sendiri, yaitu bahasa Minangkabau. Bahasa ini erat kaitannya dengan bahasa melayu. Pada dasarnya antara bahasa melayu dengan minangkabau memiliki banyak kesamaan.

Mata pencaharian sebagian besar suku Minang adalah bercocok tanam. Mereka mengusahakan sawah di daerah yang tinggi untuk menanam sayur-sayuran. Di daerah kurang subur, mereka menanam pisang, ubi jalar, dan sebagainya. Sementara di daerah pesisir, mereka hidup dari hasil kelapa dan menangkap ikan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender
Desember 2014
S S R K J S M
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: